Home » Meningkatkan Kapasitas Petani: Bimtek Pembudidayaan Tanaman Hortikultura di Desa Compang Cibal, NTT

Meningkatkan Kapasitas Petani: Bimtek Pembudidayaan Tanaman Hortikultura di Desa Compang Cibal, NTT

by Media Nuca

MEDIA NUCA – Desa Compang Cibal mengadakan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pembudidayaan tanaman hortikultura bagi kelompok tani setempat. Acara ini berlangsung di Balai Desa Compang Cibal, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, NTT, pada Rabu (21/6/2023).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan meningkatkan kapasitas petani dalam mengolah lahan, merawat tanaman, melakukan pemupukan, serta mengatasi hama pada tanaman hortikultura.

Acara bimtek dimulai dengan doa bersama dan sambutan dari Kepala Desa Compang Cibal, Kristianus Gour, yang menyampaikan rasa terima kasih atas antusiasme dan partisipasi kelompok tani serta kepada pemateri Melkior Tonce dan Lambertus Enga dari PT. Dharma Guna Wibawa (DGW). Kristianus berharap kegiatan ini dapat mendorong minat kelompok tani dan masyarakat Desa Compang Cibal untuk lebih giat dalam membudidayakan tanaman hortikultura di masa depan.

“Semoga keinginan para kelompok tani atau masyarakat Desa Compang Cibal untuk membudidaya tanaman hortikultura kedepannya semakin meningkat,” ujar Kristianus Gour, Kepala Desa Compang Cibal.

Kristianus menekankan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada tahap sosialisasi saja, tetapi materi yang disampaikan oleh pemateri harus ditindaklanjuti dengan tindakan nyata. Pemerintah desa siap mendukung kelompok tani yang bersedia bekerja keras dan sungguh-sungguh dalam membudidayakan tanaman hortikultura. Kristianus menjelaskan bahwa bimtek ini merupakan salah satu upaya pemerintah desa untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pertanian dan pembudidayaan tanaman hortikultura di Desa Compang Cibal.

“Bimtek yang kita laksanakan hari ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah desa untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pertanian pembudidayaan tanaman hortikultura di Desa Compang Cibal,” jelas Kristianus.

Setelah sambutan dari Kepala Desa Compang Cibal, dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai hama yang menyerang tanaman hortikultura, khususnya pada tanaman tomat, beserta cara pemberantasannya. Materi ini disampaikan oleh Melkior Tonce dari PT. Dharma Guna Wibawa (DGW).

Beberapa jenis hama yang menyerang tanaman tomat antara lain adalah layu fusarium, bercak daun, layu bakteri, virus mosaik, dan busuk buah. Untuk masing-masing jenis hama, disampaikan pula langkah-langkah pengendaliannya.

Selain itu, Bapak Berty Enga juga memberikan materi melalui sesi tanya jawab mengenai pengolahan awal tanah. Berty menjelaskan bahwa sebelum mengolah lahan, penting untuk mengetahui jenis lahan yang ada, baik lahan basa (bekas persawahan) maupun lahan kering (non-sawah). Selanjutnya, diperhatikan struktur tanah, dilakukan pengemburan tanah, dan disiapkan pupuk kompos seperti kotoran hewan, jerami, dan daun-daun.

Berty juga memberikan penekanan bahwa tanaman hortikultura membutuhkan pasokan air yang cukup. Oleh karena itu, penting untuk memilih tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan, apakah lahan kering atau lahan basa. Tanaman yang membutuhkan banyak air sebaiknya tidak ditanam di lahan yang kekurangan air, begitu pula sebaliknya.

Selama sesi tanya jawab, Berty juga memberikan motivasi kepada kelompok tani. Ia menekankan pentingnya niat, menghilangkan rasa takut, ikhlas dalam menghadapi tantangan, serta disiplin dalam mengatur waktu. Dia juga menyoroti bahwa harapan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan stres, sehingga penting untuk tetap berusaha tanpa mengandalkan harapan semata.

“Jadi, kalau mau jadi petani hortikultura yang sukses, yang pertama harus ada niat atau ada kemauan dari dalam diri, kedua hilangkan rasa takut. Ketiga ikhlas tahan banting jangan mengeluh atau pasrah keadaan. Keempat kedisiplinan waktu (manajemen waktu),” tandas Berty Enga.

Berty mengingatkan kelompok tani bahwa meskipun dunia mengalami kemajuan dan pengaruh globalisasi, mereka tidak boleh melupakan adat dan budaya mereka sebagai orang Manggarai. Setelah sesi tanya jawab, acara ditutup dengan doa bersama.

Kegiatan bimtek ini dihadiri oleh Melkior Tonce dan Lambertus Enga dari PT. Dharma Guna Wibawa (DGW), Bapak Berty dari Kelompok Wanita Tani Kartika Lao, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Compang Cibal, serta tiga puluh orang anggota kelompok tani Desa Compang Cibal. Melalui kegiatan ini, diharapkan petani hortikultura di Desa Compang Cibal dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam membudidayakan tanaman hortikultura serta mampu mengatasi berbagai hama yang mungkin menyerang tanaman mereka.

Oleh : Aristo Jeling

You may also like

Leave a Comment

TENTANG KAMI

MEDIA NUCA berfokus pada isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang relevan dan berimbang dari tingkat internasional, nasional, hingga tingkat lokal.

Feature Posts