Home » Gereja Katolik di Jerman Alami Krisis: Lebih dari Setengah Juta Umat Meninggalkan Gereja dalam Setahun

Gereja Katolik di Jerman Alami Krisis: Lebih dari Setengah Juta Umat Meninggalkan Gereja dalam Setahun

by Media Nuca

MEDIA NUCA – Gereja Katolik di Jerman sedang menghadapi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan lebih dari setengah juta umat Katolik yang meninggalkan gereja pada tahun 2022, menurut data terbaru yang dirilis oleh Konferensi Uskup Jerman.

Angka ini mencatat peningkatan tertinggi yang pernah tercatat, menunjukkan tren negatif yang mengkhawatirkan bagi gereja tersebut.

Menurut laporan dari CNA Deutsch, kantor berita mitra berbahasa Jerman dari CNA, yang dikutip oleh Catholic Herald, sebanyak 522.821 orang memilih untuk meninggalkan Gereja Katolik pada tahun lalu.

Jumlah total yang meninggalkan gereja, termasuk yang meninggal dunia, bahkan mencapai angka yang jauh lebih tinggi, yakni lebih dari 708.000 orang. Angka ini berbeda jauh dengan jumlah pembaptisan sebanyak 155.173 orang dan penerimaan anggota baru sebanyak 1.447 orang selama periode yang sama.

Angka-angka ini menyoroti tren negatif yang memprihatinkan, dengan jumlah orang yang meninggalkan gereja meningkat dua kali lipat dari angka 270.000 pada tahun 2020, mencapai rekor baru pada tahun 2022.

Meskipun demikian, masih ada harapan, data gereja menunjukkan bahwa pada akhir tahun 2022, hampir 21 juta orang tetap menjadi umat Katolik secara resmi di Jerman. Namun, angka tersebut hanya mewakili 24,8 persen dari total populasi negara, yang mencapai 84,4 juta orang.

Melihat situasi tersebut, beberapa uskup Jerman mengunkapkan kekecewaan mereka. Uskup Stefan Oster dari Passau menyebut angka-angka tersebut sebagai “sangat tinggi dan menakutkan”, sementara Uskup Bertram Meier dari Augsburg mengakui bahwa gereja perlu mendapatkan kembali kepercayaan umat dengan “kesabaran dan kredibilitas”.

Uskup Georg Bätzing dari Limburg, yang juga merupakan presiden Konferensi Uskup Jerman, menekankan perlunya “perubahan budaya” yang berkelanjutan dan implementasi resolusi Jalan Sinodal Jerman sebagai respons terhadap angka-angka yang “mengkhawatirkan” ini.

Sebuah laporan tahun 2021 oleh CNA Deutsch sebelumnya mencatat bahwa satu dari tiga umat Katolik di Jerman sedang mempertimbangkan untuk meninggalkan gereja. Alasan-alasan yang mengarah pada keputusan ini bervariasi, mulai dari penanganan gereja terhadap krisis pelecehan seksual, hingga kewajiban membayar pajak gereja yang menjadi sorotan bagi generasi muda.

Penting untuk dicatat, seperti yang dilansirkan dari Catholic Herald, bahwa meninggalkan gereja saat ini mengakibatkan ekskomunikasi menurut aturan yang ditetapkan oleh Konferensi Uskup Jerman.

Namun, regulasi ini telah menimbulkan kontroversi di kalangan teolog dan ahli hukum kanon. Beberapa pihak berpendapat bahwa kebijakan ini dapat menjadi penghalang bagi umat yang ingin meninggalkan gereja secara resmi.

Sebuah ramalan yang dilakukan oleh para ilmuwan di Universitas Freiburg pada tahun 2019 memperkirakan bahwa jumlah umat Kristen yang membayar pajak gereja di Jerman akan berkurang separuhnya pada tahun 2060. Hal ini menunjukkan adanya tantangan yang signifikan bagi Gereja Katolik di Jerman dalam mempertahankan basis umatnya.

Namun krisis tersebut tidak membuat Gereja Katolik Jerman menjadi oesimis. Justru situasi tersebut mendorong gereja untuk memperbaiki dirinya, khususnya dalam pendekatan yang lebih kontekstual.

Catholic Herald menambah bahwa walaupun Gereja Katolik di Jerman mengalami krisis, tetapi masih ada beberapa indikasi positif dalam beberapa tahun terakhir, sperti kehadiran umat dalam Misa meningkat sedikit pada tahun 2021, naik dari 4,3 persen menjadi 5,7 persen.

Krisis virus corona juga memiliki dampak positif terhadap jumlah pernikahan gereja, yang meningkat , kurang lebih dari 20.000 pada tahun sebelumnya menjadi 35.467 pada tahun 2022.

Namun, penting untuk mencatat bahwa data mengenai pengakuan dosa tidak termasuk dalam statistik Konferensi Uskup Jerman. Meskipun demikian, peningkatan jumlah umat yang meninggalkan gereja menunjukkan perlunya gereja melakukan perubahan budaya dan membangun kembali kepercayaan umat.

Krisis yang dihadapi oleh Gereja Katolik di Jerman menyoroti tantangan yang dihadapi oleh gereja-gereja di era modern.

Untuk mengatasi krisis ini, gereja perlu beradaptasi dengan perubahan sosial dan menghadapi isu-isu yang relevan bagi umatnya. Melalui langkah-langkah yang tepat, diharapkan gereja dapat memulihkan kepercayaan dan memperkuat ikatan dengan umat Katolik di Jerman. (AD)

You may also like

Leave a Comment

TENTANG KAMI

MEDIA NUCA berfokus pada isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang relevan dan berimbang dari tingkat internasional, nasional, hingga tingkat lokal.

Feature Posts