Home » Paus Fransiskus Mendorong Orang Muda Katolik Jadi Sinar Cahaya dalam Hidup Orang Lain

Paus Fransiskus Mendorong Orang Muda Katolik Jadi Sinar Cahaya dalam Hidup Orang Lain

by Media Nuca

MEDIA NUCA – Paus Fransiskus pada hari Sabtu dalam rangkaian perayaan Hari Pemuda Sedunia (WYD) di Lisbon, Portugal, mengajak lebih dari 800.000 pemuda untuk menjadi “akar kegembiraan” dalam kehidupan orang lain.

Dalam kotbahnya di Parque Tejo, kota Lisbon, paus mendorong para peserta untuk mengandalkan “kasih Yesus” dalam perjalanan hidup mereka.

“Saya bertanya kepada Anda yang hadir di sini, yang datang untuk mencari pesan Kristus, untuk mencari arti indah dalam hidup: Apakah Anda akan menyimpan ini hanya untuk diri sendiri, atau akan Anda bagikan kepada orang lain?” tanya paus kepada peserta WYD, seperti dikutip dari thetablet.co.uk, Minggu (6/8/2023).

Paus Fransiskus juga mengajak para pemuda untuk mengingat orang-orang yang telah menjadi “sinar cahaya” dalam hidup mereka dan berbagi kegembiraan dari akar-akar tersebut kepada orang lain.

“Kegembiraan, katanya, adalah misi. Kegembiraan bukan untuk satu orang saja. Ia hadir untuk memberikan sesuatu,” kata paus dengan penuh semangat.

Mengingat kisah Perawan Maria dalam Injil Lukas, Paus Fransiskus menekankan bahwa kasih adalah misi dan mengajak para pemuda WYD untuk menjadi “sinar cahaya” bagi orang lain.

“Kegembiraan yang datang dari akar-akar tersebut adalah apa yang harus kita berikan. Karena kita memiliki akar-akar kegembiraan. Dan kita juga dapat menjadi akar-akar kegembiraan bagi orang lain,” ujar beliau.

Perayaan Hari Pemuda Sedunia di Lisbon berlangsung selama akhir pekan dengan suhu mencapai 35 derajat Celsius. Ribuan peziarah berjalan kaki dari berbagai tempat, membawa ransel, kantong tidur, dan tikar untuk bergabung dalam acara tersebut.

Salah satu peserta, Isadora Mercado, 20,  dari Chile, bersama kelompoknya berangkat pagi untuk berpartisipasi dalam perayaan malam dan Misa penutup dengan paus.

“Hari Pemuda Sedunia telah menakjubkan,” katanya. “Saya berharap mendapatkan waktu untuk beristirahat dalam Tuhan dan menyambut Misa penutup bersama paus.”

Selain itu, Nina Würth, 26, dari Swiss, bersama kelompoknya yang berjumlah 400 pemuda berjalan kaki hampir lima jam untuk mencapai “Field of Grace” di taman, tempat perayaan tersebut berlangsung. Dia sangat menantikan Misa indah dan kebersamaan dengan pemuda dari berbagai negara.

Lalu, Jacob Morris, 22, dari Dover, Kent, Inggris, menggambarkan Hari Pemuda Sedunia sebagai “pengalaman religius yang hebat.” Ia menikmati nyanyian, tarian, dan kegembiraan dari para pemuda dari negara-negara lain dan merasa bahwa perayaan ini telah memperdalam imannya.

Di akhir kotbahnya, Paus Fransiskus meninggalkan pesan kepada para peserta Hari Pemuda Sedunia (WYD) untuk berjalan dalam harapan dan maju tanpa rasa takut.

“Berjalanlah dan jika Anda jatuh, bangkitlah. Berjalanlah dengan tujuan, berlatihlah setiap hari dalam hidup. Tidak ada yang gratis dalam hidup, segala sesuatu harus dibayar. Hanya ada satu hal yang gratis: kasih Yesus,” ujar paus.

Perayaan Hari Pemuda Sedunia di Lisbon telah menjadi momen bersejarah bagi para peserta, yang diharapkan akan membawa kasih dan kegembiraan yang mereka temukan kepada orang lain dalam perjalanan hidup mereka. (AD)

You may also like

Leave a Comment

TENTANG KAMI

MEDIA NUCA berfokus pada isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang relevan dan berimbang dari tingkat internasional, nasional, hingga tingkat lokal.

Feature Posts