Home » Menko Airlangga Pimpin Indonesia dalam Penandatanganan Perjanjian Rantai Pasok IPEF

Menko Airlangga Pimpin Indonesia dalam Penandatanganan Perjanjian Rantai Pasok IPEF

by Media Nuca

MEDIA NUCA – Negara-negara mitra Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) menunjukkan keinginan kuat mereka untuk memperkuat rantai pasok yang tangguh dan kompetitif di kawasan Indo-Pasifik dengan menghasilkan kesepakatan rantai pasok pertama di dunia.

Perjanjian Rantai Pasok (Supply Chain Agreement) ini ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, bersama dengan menteri ekonomi dari 13 negara mitra IPEF pada Indo-Pacific Economic Framework Ministerial Meeting (IPEF-MM) Ketiga di San Francisco pada Selasa, (14/11/2023).

Proses perundingan Perjanjian Rantai Pasok dimulai pada Desember 2022 di Brisbane, Australia, dengan tujuan menetapkan struktur yang memungkinkan pengembangan pemahaman bersama tentang rantai pasok regional.

Perjanjian ini bertujuan meningkatkan kemampuan tanggap krisis terhadap gangguan rantai pasok, berbagi informasi dan praktik terbaik, memfasilitasi pelaku usaha dan investor untuk memperkuat rantai pasok, serta mendorong ketahanan rantai pasok di sektor-sektor penting dan barang-barang utama.

Menteri Airlangga Hartarto menyatakan komitmen Indonesia untuk memperkuat rantai pasok di kawasan Indo-Pasifik.

Pasca-penandatanganan, Pemerintah Indonesia akan melaksanakan proses domestik yang diperlukan untuk berlakunya Perjanjian Rantai Pasokan IPEF dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait implementasi perjanjian ini.

Selain itu, setiap negara anggota IPEF akan membentuk tiga badan rantai pasok, yaitu Dewan Rantai Pasokan IPEF (IPEF Supply Chain Council), Jaringan Respons Krisis Rantai Pasokan IPEF (IPEF Supply Chain Crisis Response Network), dan Dewan Penasihat Hak-Hak Buruh IPEF (IPEF Labor Rights Advisory Board). Badan-badan ini akan melibatkan perwakilan pemerintah, pekerja, dan pengusaha.

Dalam Pertemuan Tingkat Menteri Ketiga IPEF, Pihak Amerika Serikat menyampaikan berbagai tangible benefits terkait Pilar III IPEF, Ekonomi Bersih.

Ini termasuk IPEF Catalytic Capital Fund senilai USD30 juta, US DSC Global Climate Fund senilai USD700 juta, dan IPEF Investor Forum yang dijadwalkan akan dilaksanakan di Singapura pada April atau Juni 2024.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Kepala Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), yang mendampingi Menko Airlangga dalam membahas langkah-langkah strategis untuk implementasi Perjanjian Rantai Pasok IPEF demi meningkatkan keberlanjutan dan ketangguhan rantai pasok di kawasan Indo-Pasifik. (AD)

You may also like

Leave a Comment

TENTANG KAMI

MEDIA NUCA berfokus pada isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang relevan dan berimbang dari tingkat internasional, nasional, hingga tingkat lokal.

Feature Posts