Home » Seruan Keras Aktivis: Stop Tekanan Terhadap Para Rektor dan Akademisi terkait Pemilu 2024

Seruan Keras Aktivis: Stop Tekanan Terhadap Para Rektor dan Akademisi terkait Pemilu 2024

by Media Nuca

MEDIA NUCA – Aktivis pro demokrasi, Adhie M Massardi, mengajukan seruan kepada seluruh aparatur negara, termasuk TNI-Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk berkomitmen menyelenggarakan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menjaga demokrasi.

Hal ini disampaikan Adhie dalam acara konferensi pers Gerakan Penyelamatan Demokrasi dan Kedaulatan Rakyat di NAM Center Hotel, Jalan Angkasa nomor 6, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Jumat sore (9/2/2024).

Adhie menyuarakan kekhawatiran atas tekanan yang dialami oleh para rektor dan akademisi setelah menyatakan sikap agar Presiden Joko Widodo tetap netral dalam Pemilu 2024.

Ia menegaskan bahwa mulai saat ini, tekanan tersebut harus dihentikan, mengingat tugas Polisi seharusnya hanya terfokus pada menjaga keselamatan presiden dan keluarganya, bukan menyelamatkan kekuasaan atau pemerintahan.

“Mendengarkan keluhan dari para rektorat dan akademisi, kita harus berhenti menekan mereka. Polisi dan TNI bersama seluruh aparat negara tidak boleh mengganggu atau bersikap menyelamatkan pemerintahan. Ini adalah urusan 100% rakyat, dan sudah menjadi komitmen yang tertulis dalam konstitusi,” tegas Adhie seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL.

Menurut mantan Jurubicara Presiden Abdurrahman Wahid, kepolisian dan aparat negara lainnya harus berkomitmen menyelenggarakan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menjaga demokrasi, memberikan kebebasan kepada rakyat untuk menentukan pilihannya pada Pemilu 2024.

Adhie juga memberikan peringatan keras terkait Pemilu, mengingat dasar Pemilu adalah konstitusi sosial yang menekankan jujur dan adil tanpa keberpihakan.

Ia menghormati seruan tokoh-tokoh agama yang telah mengingatkan Presiden Joko Widodo untuk menghentikan tindakan merusak demokrasi, politisasi, dan penggunaan instrumen kekuasaan untuk memenangkan pasangan calon yang didukungnya.

Acara konferensi pers ini dihadiri oleh sekitar 20 orang tokoh, termasuk Adhie Massardi, aktivis Syahganda Nainggolan, aktivis Edi Mulyadi, Mayjend (Purn) Soenarko, Profesor Hafidz Abbas, Ahmad Syarbini, Bachtiar Chamsyah, Ahmad Yani, Hendry Harmen, Anton Permana, dan lainnya, yang turut mendukung upaya menjaga demokrasi dan netralitas dalam Pemilu 2024.(AD)

You may also like

Leave a Comment

TENTANG KAMI

MEDIA NUCA berfokus pada isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang relevan dan berimbang dari tingkat internasional, nasional, hingga tingkat lokal.

Feature Posts