Home » Bilang “Tak Ada yang Cantik”, Mahasiswi KKN di Lombok Diusir Warga Desa

Bilang “Tak Ada yang Cantik”, Mahasiswi KKN di Lombok Diusir Warga Desa

by Media Nuca

MEDIA NUCA – Tak tertib dalam berujar, seorang mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kayangan, Lombok Utara diusir warga setempat.

Pengusiran tersebut terjadi lantaran mahasiswi Universitas Mataram (Unram) Lombok itu melalui sebuah unggahan video mengaku kembang desa dan mengatakan bahwa tidak ada yang cantik di Desa Kayangan.

“Kita bikin mie. Belum jadi mie kita, ditelepon sama pak… ‘Hee adek-adek jam 2 ke rumah saya ya.’ Padahal acaranya setengah 4. Biar kenapa? Susah ya jadi kembang desa di sini. Anak Kayangan ndak ada cantik-cantik. Jadi kita kembang desa jadinya,” ujar NWAP dalam video tersebut.

Warga lokal yang mendengar ucapan mahasiswi tersebut menjadi geram lantas menuntut perempuan tersebut untuk memberikan klarifikasi di hadapan warga sekampung perihal ucapan pedasnya itu.

Terlihat di depan kantor desa saat sore hari, perempuan yang mengenakan sweater putih tersebut berdiri di tengah-tengah dan di hadapan perempuan itu, warga sudah berkumpul hendak mendengar permohonan maafnya.

“Selamat sore. Saya AP dari KKN Desa Kayangan 2023. Saya ingin meminta maaf atas kejadian yang tidak seharusnya saya lakukan yang ada di video tersebut,” ujarnya.

“Oleh karena itu saya pribadi AP ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak yang merasa tersinggung yaitu warga Desa Kayangan. Saya benar-benar minta maaf atas kejadian yang saya lakukan tersebut. Terima kasih. Selamat sore,” tambah AP dalam video 37 detik itu.

Sementara itu, dikutip TribunJakarta.com dari Kompas.com, Kasat Reskrim Lombok Utara AKP I Made Sukadana membenarkan adanya peristiwa pengusiran terhadap mahasiswi KKN oleh warga Desa Kayangan.

“Iya benar (pengusiran), masyarakat setempat tersinggung karena konten yang dibuat yang bersangkutan NWAP,” kata Sukadana melalui sambungan telepon, Senin (24/7/2023).

AKP Sukadana mengonfirmasi bahwa mahasiswi tersebut kini telah dijemput pulang oleh keluarganya.

“Yang pulang hanya yang membuat konten itu, dia dijemput keluarganya langsung semalam. Ini untuk menjaga ketertiban di masyarakat,” kata Sukadana.

Ia juga menginformasikan bahwa pihak desa setempat telah melakukan mediasi dan mahasiswi tersebut telah meminta maaf. Kini, menurutnya kondisi warga sudah aman.

“Yang bersangkutan juga sudah minta maaf atas perbuatannya. Kondisi sekarang sudah aman,” pungkas Sukadana.

You may also like

Leave a Comment

TENTANG KAMI

MEDIA NUCA berfokus pada isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang relevan dan berimbang dari tingkat internasional, nasional, hingga tingkat lokal.

Feature Posts