Home » 10 Gendang Masyarakat Adat Poco Leok Manggarai Bergabung Menolak Proyek Geothermal

10 Gendang Masyarakat Adat Poco Leok Manggarai Bergabung Menolak Proyek Geothermal

by Media Nuca

MEDIA NUCA – Masyarakat adat Poco Leok di Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi ancaman serius terkait perampasan tanah mereka dalam konteks rencana pembangunan energi listrik. Saat ini, warga Poco Leok bersatu dalam penolakan atas rencana tersebut dan siap mengambil tindakan tegas.

Sebanyak 10 dari 14 Gendang adat, sebagai representasi suara mayoritas warga, telah dengan tegas menyatakan penolakan terhadap rencana pengembangan geothermal di daerah mereka.

Gendang-gendang yang menunjukkan sikap penolakan ini meliputi: Gendang Lungar, Gendang Tere, Gendang Jong, Gendang Rebak, Gendang Cako, Gendang Ncamar, Gendang Nderu, Gendang Mori, Gendang Mocok, dan Gendang Mucu.

Tindakan penolakan ini akan mencapai puncaknya dalam aksi besar yang dijadwalkan pada hari Rabu, 9 Agustus 2023. Acara ini akan berlangsung di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ruteng, dimulai pukul 09:00 hingga selesai.

Masyudi Onggal, salah satu anggota masyarakat Poco Leok yang dengan tegas menolak proyek geothermal, mengungkapkan bahawa mayoritas masyarakat Poco Leok sangat menolak kehadiran Gethermal di daerah mereka.

“Mayoritas warga menolak. Tetapi pemerintah menilai itu sebagai riak-riak kecil. Mereka juga mengklaim mayoritas mendukung. Maka dari itu, besok kami akan menggelar aksi untuk membuktikan kepada publik bahwa mayoritas warga menolak proyek ini,” ungkap Masyudi Onggal kepada Media Nuca melalui pesan WhatsApp, Selasa, (8/8/2023).

Lebih lanjut, Onggal menegaskan bahwa masyarakat Poco Leok tidak akan berkompromi dalam menghadapi potensi kerusakan terhadap lingkungan, tanah, air, dan kehidupan masyarakat. Ia menyatakan bahwa tidak akan ada ruang untuk diskusi atau pendekatan kompromi selama rencana pengembangan geothermal ini masih ada.

“Ketika bicara tentang merusak ruang hidup, tanah, air, lingkungan, dan kampung, warga kami tak akan kompromi. Diskusi dan pendekatan pun tak akan dianggap. Oleh karena itu, selama ini warga menolak segala upaya pemerintah dan perusahaan untuk mendiskusikan proyek geothermal,” tegasnya lagi.

Dalam aksi besok, beberapa tuntutan penting akan diajukan oleh masyarakat Poco Leok, antara lain:

  1. Cabut SK Bupati Manggarai tentang penetapan lokasi wilayah kerja panas bumi di Poco Leok
  2. Hentikan seluruh aktivitas PT PLN UIP Nusra, Aparat Keamanan, dan juga Pemerintah Daerah-Pusat di Poco Leok
  3. Hentikan intimidasi dan politik pecah belah oleh pemerintah dan PT PLN UIP Nusra di Poco Leok
  4. Hentikan pendanaan proyek geothermal Poco Leok oleh bank KFW Jerman
  5. Cabut keputusan Menteri ESDM tentang penetapan Flores sebagai pulau geothermal
  6. Hentikan upaya sertifikasi tanah di Poco Leok oleh ATR/BPN.

Masyarakat Poco Leok mengajak semua elemen masyarakat, mahasiswa, dan media untuk bergabung dan mendukung perjuangan mereka dalam menolak proyek geothermal yang dinilai merugikan lingkungan, kehidupan, dan budaya mereka. Aksi ini adalah bukti bahwa kehendak mayoritas masyarakat harus dihormati dan perlindungan terhadap alam dan budaya adalah suatu kewajiban yang tak dapat diabaikan. (AD)

You may also like

Leave a Comment

TENTANG KAMI

MEDIA NUCA berfokus pada isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang relevan dan berimbang dari tingkat internasional, nasional, hingga tingkat lokal.

Feature Posts