Home » Israel Memulai Konfrontasi Darat, Pasukan Infanteri dan Tank Perang Telah Masuk Jalur Gaza

Israel Memulai Konfrontasi Darat, Pasukan Infanteri dan Tank Perang Telah Masuk Jalur Gaza

by Media Nuca

MEDIA NUCA – Pihak militer Israel mengatakan bahwa pasukan infanteri dan tank mereka telah melakukan serangan di Jalur Gaza pada Jumat (13/10).

Ini merupakan pengumuman pertama Israel soal peralihan serangan dari udara ke operasi darat.

Mengantisipasi konfrontasi militer itu, Pihak Israel memerintahkan satu juta orang warga sipil untuk meninggalkan bagian utara Jalur Gaza dalam waktu 24 jam, tetapi dilarang Hamas.

Hamas meminta mereka tidak pergi. Israel lantas menuduh Hamas menjadikan warga sipil tameng mereka untuk kemudian melemparkan tanggung jawab kepada Pihak Israel dan menggunakan itu untuk menarik simpati dunia menutupi kejahatan mereka.

“Kami memberi tahu masyarakat di Gaza utara dan Kota Gaza, tetap tinggal di rumah dan tempat Anda,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Hamas, Eyad Al-Bozom, dikutip dari Reuters.

Juru bicara militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan, pasukan yang didukung oleh tank telah melancarkan serangan untuk menyerang awak roket Palestina.

Lepas dari kontrol Hamas, beberapa warga Gaza memilih meninggalkan rumah mereka untuk menghindari serangan Israel.

Terpisah, kelompok Hezbollah di Lebanon pada Jumat (13/10/2023) mengatakan, mereka siap sepenuhnya bergabung dengan sekutunya, Hamas di Palestina, untuk melawan Israel ketika waktunya tepat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Hezbollah Naim Qassem ketika perang Israel-Hamas memasuki hari ketujuh.

“Kami sepenuhnya siap, dan ketika tiba waktunya untuk mengambil tindakan, kami akan mengambil tindakan,” kata Qassem saat unjuk rasa pro-Palestina di pinggiran selatan Beirut, dikutip dari kantor berita AFP.

Israel Memulai Konfrontasi Darat, Pasukan Infanteri dan Tank Perusak Telah Masuk Jalur Gaza

MEDIA NUCA – Pihak militer Israel mengatakan bahwa pasukan infanteri dan tank mereka telah melakukan serangan di Jalur Gaza pada Jumat (13/10).

Ini merupakan pengumuman pertama Israel soal peralihan serangan dari udara ke operasi darat.

Mengantisipasi konfrontasi militer itu, Pihak Israel memerintahkan satu juta orang warga sipil untuk meninggalkan bagian utara Jalur Gaza dalam waktu 24 jam, tetapi dilarang Hamas.

Hamas meminta mereka tidak pergi. Israel lantas menuduh Hamas menjadikan warga sipil tameng mereka untuk kemudian melemparkan tanggung jawab kepada Pihak Israel dan menggunakan itu untuk menarik simpati dunia menutupi kejahatan mereka.

“Kami memberi tahu masyarakat di Gaza utara dan Kota Gaza, tetap tinggal di rumah dan tempat Anda,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Hamas, Eyad Al-Bozom, dikutip dari Reuters.

Juru bicara militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan, pasukan yang didukung oleh tank telah melancarkan serangan untuk menyerang awak roket Palestina.

Lepas dari kontrol Hamas, beberapa warga Gaza memilih meninggalkan rumah mereka untuk menghindari serangan Israel.

Terpisah, kelompok Hezbollah di Lebanon pada Jumat (13/10/2023) mengatakan, mereka siap sepenuhnya bergabung dengan sekutunya, Hamas di Palestina, untuk melawan Israel ketika waktunya tepat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Hezbollah Naim Qassem ketika perang Israel-Hamas memasuki hari ketujuh.

“Kami sepenuhnya siap, dan ketika tiba waktunya untuk mengambil tindakan, kami akan mengambil tindakan,” kata Qassem saat unjuk rasa pro-Palestina di pinggiran selatan Beirut, dikutip dari kantor berita AFP.

You may also like

Leave a Comment

TENTANG KAMI

MEDIA NUCA berfokus pada isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang relevan dan berimbang dari tingkat internasional, nasional, hingga tingkat lokal.

Feature Posts