Home » Andi Sinulingga: Kritik Pedas Terhadap Jokowi, Sebut Terlalu Banyak Drama Politik

Andi Sinulingga: Kritik Pedas Terhadap Jokowi, Sebut Terlalu Banyak Drama Politik

by Media Nuca

MEDIA NUCA – Juru Bicara Anies Baswedan, Andi Sinulingga, menilai bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlalu dibela oleh pendukungnya, sehingga kini menjadi kebablasan.

Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap pidato Jokowi yang menganggap bahwa situasi politik belakangan ini terlalu dipenuhi oleh drama.

Menurut Andi, Presiden Jokowi, sebagai aktor dan sutradara dalam drama politik akhir-akhir ini, dianggap sebagai tokoh yang paling berkuasa di negeri ini.

“Drama politik di seluruh negeri berasal dari presiden. Kenapa presiden? Karena dia orang yang paling berkuasa, dan yang paling berkuasa layak menjadi sutradara,” ujar Andi di kantor Populi Center, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis, (9/11/2023).

Andi menekankan bahwa tidak mungkin seseorang yang tidak memiliki kekuasaan menjadi sutradara, sehingga presiden adalah yang paling layak untuk peran tersebut.

“Dan itu terbukti, banyak bukti yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah bahwa Jokowi adalah aktor sekaligus sutradara,” katanya.

Pihak Andi juga menyatakan bahwa Jokowi seringkali menciptakan drama sendiri, seperti pernyataannya tentang impor yang sering tidak sesuai dengan tindakan yang dilakukannya.

Ia menyoroti ketidakpercayaan masyarakat terhadap presiden, yang juga diungkapkan oleh beberapa tokoh PDIP.

“Sudah terlalu sering, bilang tidak akan impor, impor, macam-macam yang dikatakan (dan) dilakukan sebaliknya,” tambahnya.

Andi mengkritik rekam jejak Jokowi yang dinilai telah membuat banyak orang kehilangan kepercayaan. Menurutnya, bukti ketidakpercayaan tersebut berasal dari ucapan aktivis-aktivis di PDIP.

“Rekam jejaknya sendiri yang menimbulkan ketidakpercayaan. Itu dari rumahnya sendiri dan itu disampaikan oleh tokoh-tokoh PDIP,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Andi menyatakan keheranannya terhadap pernyataan Jokowi yang mengingatkan agar politik tidak perlu dibawa perasaan, sementara Jokowi sendiri terlihat membawa-bawa perasaan dalam bernarasi.

Menurutnya, jika Jokowi tidak ingin dianggap menciptakan drama, maka hal yang sedang ‘dimainkan’ tidak perlu dilemparkan ke publik.

“Jika tidak mau ada drama, jangan dibicarakan. Misalnya, jangan buang sampah di situ, ada plangnya, tapi banyak sampah di situ. Anda paham nggak? Jangan buang air kecil di situ tapi bau pesing gitu loh,” ungkap Andi.

Dia menegaskan bahwa narasi politik seharusnya fokus pada kemajuan tanpa terlalu banyak drama dan perasaan.

“Jadi kita itu mau ke mana sih? Mau maju? Ya narasi kita maju aja, tapi ini kan mau dialihkan terlalu banyak drama, terlalu banyak perasaan. Jokowi kan juga pernah main perasaan bilang ‘saya dibilang begini saya diam tapi di sini saya akan lawan’, nah pernah kan,” tambahnya.

You may also like

Leave a Comment

TENTANG KAMI

MEDIA NUCA berfokus pada isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang relevan dan berimbang dari tingkat internasional, nasional, hingga tingkat lokal.

Feature Posts