Home » Transformasi Digital Indonesia: Pemerintah Fokus Pada 3 Fase Pengembangan Ekonomi Digital Hingga 2045

Transformasi Digital Indonesia: Pemerintah Fokus Pada 3 Fase Pengembangan Ekonomi Digital Hingga 2045

by Media Nuca

MEDIA NUCA – Pengembangan ekonomi digital menjadi motor utama yang mendorong kemajuan ekonomi nasional, mencatat kontribusi mencapai 7,6%-8,7% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2022.

Pemerintah Indonesia berkomitmen memperkuat tren ini dengan meluncurkan Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital Indonesia 2030 pada hari Rabu (6/12/2023) di Jakarta.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, buku tersebut akan menjadi panduan utama bagi Kementerian dan Lembaga terkait serta pemangku kepentingan lainnya dalam melaksanakan pengembangan ekonomi digital. Ini juga diharapkan akan membantu menentukan posisi Indonesia di kancah internasional.

“Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital adalah agenda transformasi digital nasional sejalan dengan Digital Economy Framework Agreement (DEFA). Indonesia berambisi menjadi satu-satunya ekosistem perjanjian perdagangan dunia di sektor digital,” ungkap Menteri Airlangga Hartarto.

Pengembangan ekonomi digital hingga tahun 2045 akan dilakukan melalui tiga fase utama. Fase Pertama, yaitu Fase Prepare, dimulai dengan perbaikan pondasi digital dasar untuk memastikan masyarakat siap bertransformasi.

Fase Kedua, Fase Transforms, fokus pada percepatan transformasi untuk menciptakan masyarakat dan bisnis yang cerdas. Sedangkan Fase Ketiga, Fase Lead, ditandai dengan penetapan standar dalam teknologi inovasi di masa mendatang.

Menteri Airlangga juga menyampaikan aspirasi target untuk mendorong Indonesia menuju tahap Lead pada tahun 2045. Target-termasuk peningkatan daya saing digital Indonesia dari peringkat ke-51 pada tahun 2022 menjadi peringkat ke-20 pada tahun 2045 dan kontribusi ekonomi digital yang mencapai 20% terhadap PDB.

Buku tersebut menguraikan enam pilar utama pengembangan ekonomi digital, mencakup infrastruktur, SDM, riset, inovasi, pengembangan ekosistem bisnis, inklusi finansial, dan dukungan ekosistem regulasi.

Salah satu langkah kunci adalah peningkatan infrastruktur digital melalui proyek seperti Jaringan Fiber Optic Palapa Ring yang menghubungkan 57 Kabupaten/Kota, peningkatan keterampilan melalui program Prakerja dan kolaborasi dengan pihak swasta seperti Apple, Microsoft, dan Amazon, serta dukungan finansial melalui Super Tax Deduction hingga 300% untuk kegiatan riset dan pengembangan.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin menambahkan bahwa Buku Putih ini diharapkan menjadi landasan strategis agar Indonesia dapat lebih adaptif terhadap perubahan teknologi dan dinamika global.

Berbagai pemangku kepentingan, termasuk Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Perdagangan, serta perwakilan dari Bank Indonesia, Google Indonesia, dan sektor industri turut hadir dalam peluncuran Buku Putih tersebut.

Mereka menyatakan optimisme bahwa implementasi rekomendasi dari Buku Putih tersebut akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.(AD)

You may also like

Leave a Comment

TENTANG KAMI

MEDIA NUCA berfokus pada isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang relevan dan berimbang dari tingkat internasional, nasional, hingga tingkat lokal.

Feature Posts