Home » Kecam Perkembangan “Kultur Kematian”, Paus Fransiskus Beri Langkah-langkah Penciptaan Perdamaian

Kecam Perkembangan “Kultur Kematian”, Paus Fransiskus Beri Langkah-langkah Penciptaan Perdamaian

by Media Nuca

MEDIA NUCA – Paus Fransiskus dalam pidatonya di hadapan forum diplomat yang melayani Kota Vatikan pada, Senin (08/01/2024) mengecam keras eskalasi konflik di banyak belahan dunia yang ia sebut sebagai perkembangan “kultur kematian”.

Menurut media Vatikan, pemimpin tertinggi komunitas Katolik dunia itu dalam pidatonya secara khusus menggarisbawahi konflik dan perang yang terjadi di Gaza, Ukraina, dan Myanmar.

Paus menyebut bahwa perang-perang tersebut telah membawa banyak korban jiwa dan kehancuran.

Di Gaza, konflik bersenjata antara Israel dan Hamas telah merenggut lebih dari 22.000 nyawa warga Palestina. Sementara itu, di Ukraina, setidaknya 10.000 warga sipil meninggal akibat perang.

Kenyataan horor itu lantas menggerakkan Paus Fransiskus untuk mendesak dilakukannya gencatan senjata, pembebasan semua sandera, dan pembebasan akses tanpa syarat bagi bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina.

Ia menekankan bahwa semua orang dan negara bertanggung jawab terhadap penanaman dan kerja perdamaian sebab menurutnya perang merupakan akibat tak langsung dari industri senjata.

Paus juga menganjurkan agar dana untuk pengadaan dan pengembangan senjata lebih baik diarahkan bagi tujuan lain yang lebih bermanfaat bagi kemanusiaan.

“Berapa banyak nyawa yang bisa diselamatkan dengan sumberdaya yang telah disalahgunakan akhir-akhir ini untuk industri senjata? Di sini, saya tegaskan kembali permohonan saya untuk pengadaan dana global untuk memberantas kelaparan dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan di seluruh planet,” kata Paus.

Bertolak dari kenyataan bahwa pengembangan senjata nuklir terus digalakkan oleh Inggris, China, Prancis, India, Israel, Korut, Pakistan, Rusia, dan Amerika Serikat dengan total 12.512 unit (hanya berkurang 1.6 persen dari tahun sebelumnya), Paus Fransiskus tetap mengingatkan potensi konflik yang tinggi di antara negara-negara itu.

Karena itu, seperti dikatakan Dubes RI Untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, Paus menyebut setidaknya enam langkah yang bisa dilakukan dalam rangka mendorong penciptaan dan pembudayaan perdamaian.

Pertama ialah hormat terhadap kehidupan (respect for life); kedua, hormat terhadap Hak Asasi Manusia (HAM); ketiga, dialog demi perwujudan komunitas internasional; keempat, dialog politik dan sosial; kelima, dialog antaragama, termasuk perlindungan terhadap kebebasan beragama dan penghargaan terhadap kelompok minoritas; keenam, adalah pendidikan yang merupakan sarana utama bagi investasi terhadap masa depan dan generasi baru. (PA)

You may also like

Leave a Comment

TENTANG KAMI

MEDIA NUCA berfokus pada isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang relevan dan berimbang dari tingkat internasional, nasional, hingga tingkat lokal.

Feature Posts