Home » Menelusuri Perubahan Gaji Presiden Indonesia: Dari Soekarno Hingga Jokowi

Menelusuri Perubahan Gaji Presiden Indonesia: Dari Soekarno Hingga Jokowi

by Media Nuca

MEDIA NUCA – Presiden merupakan jabatan tertinggi dalam sebuah negara, dan gaji yang diterima oleh seorang presiden tentunya menjadi perhatian banyak orang.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh channel Republika Mahasiswa, diungkapkanjumlah besaran gaji presiden Indonesia dari masa ke masa, mulai dari Presiden Soekarno hingga presiden terakhir Jokowi.

Soekarno, sebagai proklamator kemerdekaan Republik Indonesia, diangkat menjadi Presiden pertama Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945.

Meskipun aturan gaji untuk presiden belum terbit saat itu, gaji Soekarno pada masa itu diperkirakan sekitar 220 dolar AS.

Nilai tukar mata uang pada masa itu berbeda dengan sekarang, sehingga sulit untuk membandingkannya dengan nilai rupiah saat ini.

Soeharto, yang menjabat sebagai Presiden selama hampir 32 tahun, memiliki perjalanan gaji yang cukup menarik. Gaji awal Soeharto sekitar Rp3 juta per bulan pada tahun 1967.

Namun, pada tahun 1993, gajinya naik menjadi Rp15 juta per bulan, dan pada akhir masa jabatannya, gajinya mencapai Rp30 juta per bulan.

Meskipun hanya menjabat selama 1 tahun 5 bulan, BJ Habibie juga menerima gaji yang signifikan, sekitar Rp32 juta per bulan pada masa jabatannya.

Sementara itu, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menerima gaji sekitar Rp35 juta per bulan saat menjabat sebagai Presiden dari tahun 1999 hingga 2001.

Sebagai presiden perempuan pertama Indonesia, Megawati Soekarnoputri menerima gaji sekitar Rp50 juta per bulan pada masa jabatannya.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang menjabat selama dua periode, menerima gaji sekitar Rp62 juta per bulan, ditambah biaya operasional presiden yang bisa mencapai Rp2 miliar per bulan.

Sementara Joko Widodo (Jokowi), sebagai Presiden saat ini, menerima gaji sekitar Rp62 juta per bulan, ditambah tunjangan sebesar Rp32 juta per bulan, serta biaya operasional presiden.

Dari uraian ini, terlihat bahwa gaji Presiden Indonesia dari masa ke masa mengalami peningkatan yang signifikan, sesuai dengan perkembangan ekonomi dan nilai mata uang.

Meskipun besarnya gaji bisa menjadi pertimbangan bagi calon presiden, tanggung jawab memimpin negara seharusnya menjadi prioritas utama.

Gaji seorang presiden bukanlah semata-mata tentang jumlah uang yang diterima, tetapi juga merupakan refleksi dari tanggung jawab besar yang dibebankan padanya untuk memimpin bangsa dan negara ini.(AD)

You may also like

Leave a Comment

TENTANG KAMI

MEDIA NUCA berfokus pada isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang relevan dan berimbang dari tingkat internasional, nasional, hingga tingkat lokal.

Feature Posts