Home » Jepang Jadi Pijakan Konsep Punokawan, Sebuah Strategi Pemasaran Terbaru yang Mendunia

Jepang Jadi Pijakan Konsep Punokawan, Sebuah Strategi Pemasaran Terbaru yang Mendunia

by Media Nuca

MEDIA NUCA – Inovasi teknologi menjadi salah satu bentuk pencapaian Jepang dengan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Dikenal dengan kecanggihan teknologi yang masif, Jepang menjadi pusat teknologi yang berkembang nomor satu di dunia, seperti robotika, kendaraan listrik, teknologi komunikasi, peralatan elektronik, dan teknologi tinggi lainnya.

Namun, berbagai faktor lainnya juga diterapkan Negara Sakura untuk dijadikan strategi pemasaran yang efektif seperti melalui orientasi ekspor, kemitraan bisnis, kualitas produk, dan keunggulan lainnya yang secara cepat disadari masyarakat Jepang untuk dapat dijadikan peluang memajukan suatu perekonomian.

Berangkat dari pesatnya perkembangan Jepang, kunci sukses bisnis yang diterapkan Jepang terletak pada kemampuan mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan sasaran pasarnya.

Hal itu membawa konsep pemasaran berbasis wirausaha generasi baru untuk memberikan pendekatan yang lebih holistik dengan ciri khas kelincahan, fleksibilitas, dan kreativitas serta pengonvergensian berbagai dikotomi dalam organisasi agar dapat membawa organisasi melewati the next curve menuju tahun 2025 hingga tahun 2030 dan bahkan sesudahnya.

Japan Marketing Association yang merupakan organisasi pengembangan pemasaran di Jepang, mengundang Hermawan Kartajaya selaku Founder of the Asia Marketing Federation dan Founder & Chairman MCorp untuk membawa strategi pemasaran ke Negara Sakura dengan konsep terbarunya dari buku Entrepreneurial Marketing : Beyond Professionalism to Creativity, Leadership, and Sustainability, yang digarap bersama Professor Philip Kotler, Professor Hooi Den Huan, dan Jacky Mussry.

Dalam menjalin persahabatan kedua negara, Indonesia dan Jepang, Hermawan Kartajaya memberikan cinderamata berupa patung Punokawan kepada Japan Marketing Association.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pemaparan oleh Hermawan Kartajaya beserta Jacky Mussry, CEO of MarkPlus, Inc., Tsunehiro Fukushima, Senior Managing Executive Officer, Transcosmos, Inc., dan Professor Naoto Onzo, Faculty of Commerce, Waseda University pada Jumat, 30 Juni 2023 di Japan Marketing Association, Tokyo, Jepang.

Membuka pemaparan buku Entrepreneurial Marketing, Hermawan Kartajaya membeberkan kelanjutan buku Entrepreneurial Marketing kedua, Buku Entrepreneurial Marketing yang telah diluncurkan tersebut, akan dilanjutkan dengan buku Entrepreneurial Marketing 2 yang menggabungkan perspektif pemasaran dari Jepang, Korea Selatan, dan India.

“Terdapat strategi pemasaran yang inovatif dan praktek kewirausahaan yang sukses di ketiga negara ini. Dengan ini, buku Entrepreneurial Marketing akan memberikan wawasan yang kaya dan mendalam tentang pemasaran kewirausahaan dari sudut pandang Asia,” papar Hermawan, seperti dilansir dari siaran pers, Jumat (30/6/2023).

CEO Markplus Inc., Jacky Mussry membahas generasi baru dalam pemasaran, yaitu Converging the Dichotomies: The New Genre of Entrepreneurial Marketing.

Ia menjelaskan tantangan dalam mengkonvergensikan berbagai dikotomi yang berada dalam sebuah organisasi atau perusahaan.

Konsep generasi baru entrepreneurial marketing dapat membantu mengatasi fenomena marketing blind spots, misalnya, tidak terintegrasinya berbagai aspek seperti pemasaran dan keuangan, teknologi dan kemanusiaan, kreativitas dan produktivitas, dan sebagainya.

“Semua elemen krusial disatukan dalam Omni House Model dengan menempatkan aspek operasional sebagai pusatnya untuk memastikan apa yang menjadi tujuan pemasaran dapat dicapai sekaligus memastikan tuntutan hasil finansial juga tercapai, serta memastikan bahwa pengadopsian teknologi akan selalu berorientasi pada kemanusiaan,” jelas Jacky Mussry.

Tsunehiro Fukushima Senior Managing Executive Officer, Transcosmos, Inc., memaparkan transformasi marketing dari generasi pertama hingga akhirnya menjadi Entrepreneurial Marketing.

“Era saat ini tentang bagaimana menginterpretasikan konsep marketing dengan kreativitas dalam diri. Sekarang adalah era di mana marketing harus beradaptasi dengan pasar yang bergerak sangat cepat,” ujarnya.

Perubahan yang cepat dalam teknologi, tren konsumen, dan lingkungan bisnis menuntut para pemasar dapat bergerak dengan cepat dan responsif.

Penting bagi perusahaan untuk memiliki strategi pemasaran yang fleksibel dan dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

“Banyak hal seperti pemahaman teknologi dan pemanfaatannya, fokus pada pasar internal (pelanggan dan masyarakat), respons fleksibel terhadap perubahan lingkungan, strategi yang proaktif dan inovatif, aktivitas internal untuk mengatasi hambatan organisasi, serta tanggap terhadap realitas sosial, fokus pada transformasi digital, dan bersikap kritis pada pemahaman umum yang ada dirangkum dalam buku Entrepreneurial Marketing,” tambah Tsunehiro Fukushima.

Buku tersebut membuka peluang baru bagi dunia bisnis untuk mengadopsi pendekatan pemasaran berbasis kewirausahaan yang menggabungkan profesionalisme dan kewirausahaan.

Konsep yang diterapkan dalam buku Entrepreneurial Marketing tersebut adalah Omnihouse Model yang terdiri dari dua klaster, yakni klaster entrepreneurial yang terdiri dari elemen-elemen creativity, innovation, entrepreneurship, dan leadership (CI-EL) dan klaster professionalism yang terdiri dari elemen-elemen productivity, improvement, professionalism, dan management (PI-PM).

Masing-masing klaster dalam model tersebut disimbolkan oleh tokoh-tokoh Punokawan dan Pandawa.

Konsep itu diadopsi sebagai simbol-simbol kapabilitas baru yang berakar dari budaya Indonesia dan merupakan konsep pertama yang diterbitkan dalam buku berskala internasional dengan penjelasan yang cukup rinci pada bagian apendiks buku Entrepreneurial Marketing tersebut.

Representasi (CI-EL) terdapat dalam Punokawan:

  1. Creativity direpresentasikan oleh tokoh Bagong, dikenal sebagai pribadi yang memiliki kreativitas tinggi dan mampu memberikan ide-ide baru.
  2. Innovation direpresentasikan oleh tokoh Petruk, dikenal sebagai pribadi yang cepat tanggap dan memiliki kemampuan untuk berani berinovasi di berbagai situasi.
  3. Entrepreneurship direpresentasi oleh tokoh Gareng, dikenal sebagai pribadi yang dapat membuka kesempatan untuk masuk dalam dunia kewirausahaan.
  4. Leadership direpresentasikan oleh tokoh Semar, dikenal sebagai pribadi yang memiliki kebijaksanaan untuk memberikan nasihat sebagaimana sosok pemimpin bertindak dalam suatu kelompok.

Selain itu, representasi PI-PM terdapat dalam Pandawa:

  1. Productivity direpresentasikan oleh tokoh Nakula dan Sadewa, dikenal sebagai dua pribadi dengan wawasan pengetahuan yang tinggi.
  2. Improvement direpresentasikan oleh tokoh Arjuna, dikenal sebagai pribadi yang konsisten dalam mengembangkan keterampilannya.
  3. Professionalism direpresentasikan oleh tokoh Bhima, dikenal sebagai pribadi dengan tekad besar untuk menyelesaikan tugas-tugasnya sekaligus memimpin kelompoknya saat bertarung.
  4. Management direpresentasikan oleh tokoh Yudhistira yang jujur, adil, dan memiliki toleransi tinggi. Hal ini menjadikan pribadi Yudhistira sebagai pribadi yang selalu fokus ke depan dalam memberikan arahan dengan konsep manajemen agar tepat sasaran. (Yg)

You may also like

Leave a Comment

TENTANG KAMI

MEDIA NUCA berfokus pada isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang relevan dan berimbang dari tingkat internasional, nasional, hingga tingkat lokal.

Feature Posts