Home » Ribuan Mahasiswa Indonesia Pindah Kewarganegaraan ke Singapura, Ini Alasannya

Ribuan Mahasiswa Indonesia Pindah Kewarganegaraan ke Singapura, Ini Alasannya

by Media Nuca

MEDIA NUCA –  Baru-baru ini, Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham Silmy Karim menyampaikan data jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang pindah jadi warga negara Singapura mencapai 1.000 orang/tahun. Rata-rata mereka yang pindah berusia produktif yakni 25-35 tahun.

“1.000 orang mahasiswa Indonesia di Singapura menjadi warga negara Singapura setiap tahun. Bersaing kita rebut orang-orang hebat, pintar,” kata Silmy dalam Festival Gen Z 2023 by CentennialZ, Sabtu (8/7).

Berdasarkan data yang terkumpul, warga negara Indonesia yang pindah jadi warga negara Singapura paling banyak selama 2022, yakni mencapai 1.091 orang. Ini meningkat 1,93 persen dari tahun 2021 yang mencapai angka 1.070 orang.

Jika dibandingkan dengan data tahun sebelumnya lagi, jumlah itu termasuk meningkat signifikan. Pada tahun 2020 jumlah warga negara Indonesia yang pindah jadi warga negara Singapura mencapai 811 orang.

Khusus pada tahun 2023, hingga April, tercatat sudah ada 329 orang WNI yang pindah kewarganegaraan menjadi warga negara Singapura. Jumlah itu lebih banyak dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 286 orang.

Jumlah itu pun bukan keseluruhan angka perpindahan kewarganegaraan orang Indonesia ke negara lain tertentu, tetapi hanya perpindahan ke Singapura.

“Ini suatu realita bahwa banyak warga negara Indonesia yang tertarik pindah menjadi WNA negara tertentu. Ini baru data WNI yang jadi warga negara Singapura,” ungkap Silmy.

Menganalisa faktor penyebab fenomena ini, Director Political Economy & Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, mengatakan bahwa secara umum motifnya ialah aspek ekonomi.

Menurutnya, penghasilan di Singapura jauh lebih tinggi dibandingkan di Indonesia. Hal itu diduga kuat mendorong mahasiswa Indonesia di Singapura ingin lanjut bekerja di sana dan pindah kewarganegaraan.

“Penghasilan di Singapura jauh lebih tinggi dari di Indonesia sehingga biaya hidup yang juga relatif tinggi tidak menjadi masalah. Bekerja di Singapura memberi kepastian masa depan,” kata Anthony.

Selain itu, faktor lain turut mendukung. Singapura dinilai serba efisien dan tertib. Dari segi sektor kesehatan dianggap sangat baik, transportasi publik mudah, hingga lingkungan yang terjaga.

“Bagi yang suka hidup damai dan tentram, Singapura menjadi pilihan utama. Bukan hanya bagi orang Indonesia, tetapi juga bagi orang Barat,” jelas Anthony.

Analisa serupa disampaikan Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal. Mohammad menilai gaji di Singapura yang lebih tinggi menjadi alasan banyak mahasiswa Indonesia pindah kewarganegaraan.

You may also like

Leave a Comment

TENTANG KAMI

MEDIA NUCA berfokus pada isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang relevan dan berimbang dari tingkat internasional, nasional, hingga tingkat lokal.

Feature Posts