Home » Kisah Inspiratif Bocah yang Memeluk Paus Fransiskus di WYD 2013 Kini Menjadi Seminaris Calon Imam

Kisah Inspiratif Bocah yang Memeluk Paus Fransiskus di WYD 2013 Kini Menjadi Seminaris Calon Imam

by Media Nuca

MEDIA NUCA – Seorang bocah yang menembus barisan keamanan yang ketat demi bertemu dengan Paus Fransiskus di World Youth Day (WYD) di Rio de Janeiro pada tahun 2013, kini telah menemukan panggilan rohaninya. Nama bocah itu De Brito.

Dilansir dari Catholic News Agency (CNA), Rabu (12/7/2023), Dalam sebuah wawancara dengan ACI Digital, de Brito, yang saat itu berusia 9 tahun, mengungkapkan bahwa momen emosional itu telah memantik semangatnya untuk menjadi imam.

Pada tanggal 26 Juli 2013, de Brito dengan penuh tekad mendekati mobil yang membawa Paus Fransiskus melalui jalan-jalan Rio de Janeiro. Meskipun masih kecil, dia berhasil memeluk Sang Paus dan dengan tulus mengungkapkan keinginannya untuk menjadi imam di hadapannya.

Sepuluh tahun berlalu, dan de Brito kini menempuh perjalanan rohaninya di seminari tinggi Keuskupan Agung Campo Grande di negara bagian Mato Grosso do Sul, Brasil. Setiap kali dia memikirkan pertemuan luar biasa itu, semangat panggilan rohaninya terus menyala.

Pada saat itu, Paus Fransiskus melakukan perjalanan internasional pertamanya setelah terpilih menjadi paus pada bulan Maret tahun yang sama. Foto de Brito yang memeluk Paus Fransiskus segera menjadi viral, menjadi salah satu gambar paling berkesan dari perjalanan tersebut.

Dalam wawancara tersebut, de Brito menyatakan perasaan terharunya ketika mengingat pertemuan yang menentukan jalannya.

“Hampir 10 tahun sejak momen luar biasa dalam hidup saya itu. Tentu saja, panggilan rohani bukanlah sesuatu yang baru bagi saya karena impian menjadi imam telah lama menghantui pikiran saya. Namun, pertemuan itu memberikan motivasi tambahan dalam panggilan rohani saya,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur.

Sejak kecil, de Brito telah menunjukkan minat yang besar terhadap panggilan menjadi seorang imam. Dia sering bermain merayakan Misa dan selalu senang pergi ke Gereja.

Pada usia 5 tahun, dia mulai bertugas sebagai seorang Misdinar di Cabo Frio, di negara bagian Rio de Janeiro, di mana dia tinggal bersama keluarganya. Pengalamannya menjadi misdinar dan semangatnya dalam mempelajari agama semakin memperkuat tekadnya untuk menerima sakramen-sakramen.

De Brito menjelaskan bahwa pada usia 7 tahun, dia dengan mantap menyatakan keinginannya untuk menjadi seorang imam. Dia merasa bahwa panggilan rohaninya adalah panggilan untuk menjadi kudus, dan dalam hatinya, dia selalu menyadari bahwa setiap orang memiliki panggilan khusus. Baginya, menjadi imam adalah panggilan khusus yang dia terima dengan penuh keikhlasan.

Paus Fransiskus menjadi tokoh inspiratif bagi de Brito sejak masa kecilnya. Meskipun paus dalam masa kecilnya adalah Benediktus XVI, daya tariknya terhadap panggilan rohani de Brito terletak pada Paus Fransiskus.

Dia mengagumi cara Paus Fransiskus berbicara dengan penuh kesederhanaan dan kelembutan, serta keterlibatannya dalam liturgi gereja. Ketika Paus Fransiskus mengunjungi Brasil untuk WYD 2013, de Brito merasa bahwa paus tersebut begitu dekat dengan umatnya.

Kini, de Brito telah menemukan jalan menuju panggilan rohaninya sebagai seorang imam. Setelah bergabung dengan Ordo Saudara-Saudara Dina pada awal tahun 2020, ia kini berada di seminari Keuskupan Agung Campo Grande.

Dia menyadari pentingnya menjaga semangat panggilan rohani dan merawatnya dengan baik. Namun, dia juga merasa sangat beruntung karena dalam perjalanan menuju imamatnya, dia mendapatkan dukungan dan doa dari seseorang yang sangat istimewa, yaitu Paus Fransiskus sendiri.

“Mengetahui bahwa seseorang yang begitu istimewa seperti Paus Fransiskus berdoa untuk kita adalah suatu keistimewaan. Saya merasa sangat beruntung dan terhormat. Percikan-percikan semacam itu membantu kita mempertahankan panggilan rohani kita. Pertemuan dengan Paus Fransiskus akan selalu menjadi kenangan yang sangat berharga bagi saya,” katanya dengan senyum di wajahnya yang penuh harapan.

Dalam kisah yang penuh inspirasi ini, seorang bocah kecil yang melewati penghalang untuk memeluk Sang Paus, kini menunjukkan tekad yang kuat dalam meraih impiannya untuk menjadi seorang imam. (AD)

You may also like

Leave a Comment

TENTANG KAMI

MEDIA NUCA berfokus pada isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang relevan dan berimbang dari tingkat internasional, nasional, hingga tingkat lokal.

Feature Posts