Home » Skandal Pelecehan Seksual di Spanyol: Pastor Dihukum dan Dilarang Merayakan Misa

Skandal Pelecehan Seksual di Spanyol: Pastor Dihukum dan Dilarang Merayakan Misa

by Media Nuca

MEDIA NUCA – Keuskupan Mallorca di Spanyol baru-baru ini mengumumkan hukuman yang diberikan kepada Pastor Julià Cifre Vandrell atas kasus pelecehan seksual yang terungkap.

Dilansir dari Catholic News Agency (CNA), Jumat (14/7/2023), Pastor Cifre, dalam keputusan yang mengejutkan, dilarang merayakan Misa di tempat lain selain di rumahnya selama tiga tahun ke depan.

Selain itu, dia diwajibkan menjalani kehidupan yang terpencil dalam masa pensiun, fokus pada doa, dan penebusan dosa.

Keuskupan juga memerintahkan Pastor Cifre untuk menulis surat permintaan maaf kepada korban atas segala rasa sakit yang telah dialaminya. Sanksi lebih lanjut menyatakan bahwa Pastor Cifre dilarang berhubungan dengan korban atau keluarganya seumur hidup.

Proses hukuman ini dilakukan setelah prosedur kanonik administratif pidana terhadap Pastor Cifre selesai, seperti yang dijelaskan dalam pernyataan resmi dari keuskupan.

Dekrit yang dikeluarkan oleh keuskupan menekankan bahwa perilaku yang diakui oleh Pastor Cifre selama bertahun-tahun sangat serius.

Korban yang melaporkan pelecehan ini dilaporkan juga pernah mengalami pelecehan oleh ayahnya di masa kecil, yang menyebabkan gangguan mental yang berkepanjangan.

Pada tahun 2021, korban ini melaporkan kepada keuskupan bahwa dia telah menjadi korban pelecehan oleh tiga pastor selama 36 tahun.

Pastor Cifre adalah seorang pastor keuskupan, sementara dua pastor lainnya adalah anggota Serikat Yesuit.

Beberapa waktu yang lalu, Serikat Yesuit melaporkan bahwa mereka telah memberlakukan sejumlah langkah tegas pada kedua pastor tersebut sejak tahun 2021. Langkah-langkah tersebut termasuk pembatasan mobilitas, pembatasan aktivitas pastoral secara keseluruhan, larangan berinteraksi dengan anak-anak dan orang dewasa, serta kewajiban menjalani evaluasi psikologis.

Dalam salah satu kasus, langkah-langkah ini dijadikan hukuman seumur hidup.

Sementara itu, keputusan dari Dikasteri Doktrin Iman masih menunggu dalam kasus lain yang terkait dengan pelecehan seksual oleh pastor-pastor lainnya.

Keuskupan Mallorca menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan berjanji untuk terus mendukung dan mendampinginya dalam proses terapi, baik secara spiritual maupun keuangan.

Keuskupan juga menekankan sikap tegasnya terhadap segala jenis penyalahgunaan dan kekerasan, serta tekadnya untuk selalu mencari kebenaran dan bekerja sama dengan otoritas hukum sekuler.

Berita ini pertama kali diterbitkan oleh ACI Prensa, mitra berita berbahasa Spanyol dari CNA. Konten berita ini telah diterjemahkan dan disesuaikan oleh CNA. (AD)

You may also like

Leave a Comment

TENTANG KAMI

MEDIA NUCA berfokus pada isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang relevan dan berimbang dari tingkat internasional, nasional, hingga tingkat lokal.

Feature Posts