Home » Ledakan Bom Bunuh Diri di Pakistan Tewaskan 54 Orang, Kelompok Negara Islam Klaim Siap Bertanggung Jawab

Ledakan Bom Bunuh Diri di Pakistan Tewaskan 54 Orang, Kelompok Negara Islam Klaim Siap Bertanggung Jawab

by Media Nuca

MEDIA NUCA – Pakistan diguncang oleh tragedi kekerasan setelah sebuah ledakan bom bunuh diri menghantam acara rapat partai politik di kota Khar, distrik Bajaur bagian barat laut.

Kelompok Negara Islam mengklaim bertanggung jawab atas serangan mematikan itu yang menewaskan setidaknya 54 orang, termasuk 23 anak-anak, dan melukai puluhan lainnya.

Kejadian tragis ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang keselamatan menjelang pemilihan umum yang kontroversial di Pakistan pada pertengahan November. Pasca penggulingan perdana menteri, Imran Khan, pada tahun sebelumnya, negara ini telah terjerumus dalam kekacauan politik.

“Saya dihadapkan dengan pemandangan yang menghancurkan – mayat-mayat tergeletak di tanah sementara orang-orang berteriak meminta bantuan,” ujar Fazal Aman, salah satu saksi mata peristiwa tersebut, dikutip dari CNA, Selasa (1/8/2023).

Para pejabat dari departemen Anti-terorisme (CTD) mengonfirmasi jumlah korban tewas dan melaporkan bahwa 23 dari mereka berusia di bawah 18 tahun.

Khar, kota tempat serangan itu terjadi, hanya berjarak 45 km dari perbatasan Afghanistan, sebuah daerah yang telah mengalami peningkatan aktivitas militan setelah pengambilalihan kekuasaan Taliban di Afghanistan pada tahun 2021.

Pada hari Senin, kelompok Negara Islam mengeluarkan pernyataan melalui cabang berita mereka, Amaq, yang menyatakan bahwa “seorang pelaku bom bunuh diri dari Negara Islam… meledakkan jaket peledaknya di tengah kerumunan” di Khar.

Kekerasan ini menyoroti pentingnya keamanan dalam periode pemilu dan memunculkan kritik terhadap pemerintah Paksitan karena gagal memberikan perlindungan yang memadai bagi acara politik dan warga yang berpartisipasi di dalamnya.

Pemimpin partai politik JUI-F, Fazl-ur-Rehman, telah menjadi sasaran serangan sebelumnya oleh kelompok militan, yang menuduh partainya menjadi munafik karena mendukung pemerintahan sekuler dan militer.

Peningkatan serangan militan di perbatasan Pakistan-Afghanistan telah meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut dan menimbulkan kekhawatiran tentang stabilitas di Pakistan menjelang pemilu. Untuk menghadapi tantangan keamanan yang kompleks ini, kolaborasi dan kerjasama regional menjadi kunci.

Pakistan harus bekerja sama dengan negara-negara tetangga, termasuk Afghanistan, untuk mengatasi ancaman kelompok militan yang beroperasi di wilayah perbatasan.

Juru bicara kebijakan luar negeri Uni Eropa, Joseph Borrell, menggambarkan ledakan ini sebagai “upaya untuk melemahkan demokrasi,” yang menunjukkan betapa pentingnya melindungi proses demokratis di negara tersebut.

Dalam menghadapi tantangan ini, masyarakat Pakistan diharapkan bersatu dan menguatkan fondasi demokrasi mereka sambil mendapatkan dukungan internasional dalam mengatasi masalah keamanan yang mendesak ini. (AD)

You may also like

Leave a Comment

TENTANG KAMI

MEDIA NUCA berfokus pada isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang relevan dan berimbang dari tingkat internasional, nasional, hingga tingkat lokal.

Feature Posts