Home » Kisah Mengerikan: Korban Penjemputan Paksa oleh Jaksa RR Alami Kekerasan dan Ancaman

Kisah Mengerikan: Korban Penjemputan Paksa oleh Jaksa RR Alami Kekerasan dan Ancaman

by Media Nuca

MEDIA NUCA – Asisten Rumah Tangga (ART) berusia 16 tahun, yang berasal dari Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Tanggamus, telah mengungkapkan pengalaman traumatis mereka setelah menjadi korban penjemputan paksa oleh seorang oknum jaksa berinisial RR.

Dalam pengakuan mereka, kedua korban mengaku mengalami tindakan pelecehan dan kekerasan selama penjemputan yang terjadi beberapa waktu lalu.

Tidak hanya mengalami penjemputan paksa, kedua korban juga mengungkapkan bahwa oknum jaksa RR telah melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap mereka.

Salah satu korban yang diidentifikasi dengan inisial LA menjelaskan bahwa saat dirinya sedang tertidur, RR tiba-tiba masuk ke rumah tempat ia tinggal bersama korban lainnya, HLN. Dalam pengakuan LA, RR meremas pantatnya sambil melakukan tindakan pelecehan verbal.

“Di rumah HLN waktu itu cuma ada kita berdua (HLN dan LA) lagi tidur. Pak RR nyelonong masuk bangunin kita berdua, Pak RR meremas pantat saya sambil ngomong ‘halo, ketemu lagi kan sama saya’,” ujar LA kepada Media pada Rabu (23/8).

Selain itu, kedua korban juga mengklaim bahwa mereka kerap menerima ancaman dari oknum jaksa RR setelah kejadian penjemputan paksa tersebut. Ancaman tersebut menambah trauma yang mereka rasakan akibat insiden tersebut.

Lebih lanjut, LA dan HLN juga menceritakan bagaimana mereka digiring masuk ke dalam mobil milik RR dengan ancaman dan kekerasan. Mereka menggambarkan bagaimana RR mengancam mereka dengan senjata api dan bahkan menodongkan pisau kepada HLN, yang mengakibatkan luka di tangan HLN.

Kedua korban juga mengungkapkan bahwa momen penodongan senjata api dan pemukulan menggunakan tongkat baseball itu tercatat dalam rekaman CCTV.

Meskipun oknum jaksa RR membantah tuduhan ini dan mengklaim bahwa dia tidak melakukan kekerasan, korban-korban ini bersikeras bahwa mereka mengalami pelecehan dan kekerasan secara fisik dan psikologis.

Kasus ini telah menarik perhatian aparat penegak hukum, dengan RR menyatakan bahwa dia siap untuk mematuhi proses hukum yang berlaku. Meskipun demikian, kedua korban tetap bersikeras bahwa mereka telah mengalami tindakan yang tidak pantas dan trauma akibat insiden tersebut.

Pihak berwenang akan terus menyelidiki kasus ini untuk mengungkapkan kebenaran dan memastikan bahwa keadilan ditegakkan. Sementara itu, komunitas dan masyarakat secara luas mengikuti perkembangan kasus ini sambil memberikan dukungan kepada kedua korban yang mengalami pengalaman traumatis ini. (AD)

You may also like

Leave a Comment

TENTANG KAMI

MEDIA NUCA berfokus pada isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang relevan dan berimbang dari tingkat internasional, nasional, hingga tingkat lokal.

Feature Posts