Home » Militer AS Siangakan 2000 Pasukan ke Israel

Militer AS Siangakan 2000 Pasukan ke Israel

by Media Nuca

MEDIA NUCA – Melansir American Military News, Militer Amerika Serikat telah memilih sekitar 2.000 tentara Amerika yang berpotensi dikerahkan untuk mendukung Israel, kata para pejabat pertahanan AS Lloyd Austin.

Penyiagaan pasukan ini dilakukan ketika Presiden AS Joe Biden menuju Israel pada Rabu (17/10/2023) untuk menunjukkan dukungan Washington terhadap sekutu utamanya tersebut.

Biden akan menjalankan misi mencegah perang Israel-Hamas di Gaza meluas ke konflik Timur Tengah.

Pasukan yang dipilih saat ini ditempatkan di Timur Tengah dan lokasi lain, termasuk Eropa, kata para pejabat, seraya menambahkan bahwa pasukan tersebut diperkirakan tidak akan bertugas dalam peran tempur. Sebaliknya, mereka akan berperan sebagai pendukung seperti bantuan medis dan penanganan bahan peledak.

Tidak jelas apa yang bisa memicu penyebaran tersebut. Persiapan pengerahan tersebut dilakukan setelah Departemen Luar Negeri AS pada Minggu (15/10/2023) mengumumkan bahwa jumlah warga Amerika yang tewas dalam serangan teroris Hamas terhadap Israel baru-baru ini telah meningkat menjadi 30 orang.

Menurut pernyataan yang disampaikan oleh pejabat Departemen Luar Negeri, pemerintah “mengonfirmasi kematian 30 warga AS” di Israel. Selain warga Amerika yang terbunuh di Israel, pejabat Departemen Luar Negeri mengkonfirmasi bahwa beberapa warga Amerika saat ini hilang di Israel.

“Saat ini, kami dapat mengonfirmasi kematian 30 warga AS,” kata pernyataan itu. “Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kami kepada para korban dan keluarga semua yang terkena dampak. Saat ini, kami juga mengetahui adanya 13 warga negara Amerika yang belum ditemukan.”

Selama wawancara di program “60 Minutes” CBS yang disiarkan pada hari Minggu (15/10/2023), Presiden Joe Biden memperingatkan Israel agar tidak menduduki Gaza setelah serangan tersebut.

“Saya pikir itu adalah kesalahan besar. Apa yang terjadi di Gaza, menurut saya, adalah Hamas dan elemen ekstrim Hamas tidak mewakili seluruh rakyat Palestina,” kata Biden. “Saya pikir merupakan suatu kesalahan jika Israel menduduki Gaza lagi. Namun masuk dan memberantas para ekstremis…adalah persyaratan yang perlu.”Militer Amerika Serikat (AS) menyiagakan 2.000 tentara sebagai tanggapan meningkatnya perang Hamas vs Israel terbaru, kata Pentagon pada Selasa (17/10/2023).

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin menempatkan personel dan sejumlah unit pada tingkat kesiapan tinggi sebagai persiapan untuk dikerahkan, kata Pentagon, dikutip dari kantor berita AFP. (PA)

You may also like

Leave a Comment

TENTANG KAMI

MEDIA NUCA berfokus pada isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang relevan dan berimbang dari tingkat internasional, nasional, hingga tingkat lokal.

Feature Posts