Home » Dua Warga Negara AS Dibebaskan Hamas, Pemerintah AS Berterima Kasih pada Pemerintah Qatar

Dua Warga Negara AS Dibebaskan Hamas, Pemerintah AS Berterima Kasih pada Pemerintah Qatar

by Media Nuca

MEDIA NUCA – Hamas telah membebaskan dua sandera AS yang diculik dalam serangan mematikan kelompok Palestina di Israel bulan ini.

Pihak Israel mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima ibu beserta putrinya, Judith (59) dan putrinya Natalie Raanan (17) dari pihak Hamas di perbatasan Gaza.

Pasangan itu dibebaskan karena “alasan kemanusiaan”, kata Hamas.

Presiden AS Joe Biden mengatakan dia sangat gembira atas pembebasan mereka dan membenarkan bahwa dia telah berbicara dengan keluarga Raanan melalui telepon.

Mereka adalah tawanan pertama yang dibebaskan sejak kelompok militan Hamas menyerbu Israel pada 7 Oktober 2023 lalu yang menewaskan 1.400 orang dan menyandera sekitar 200 orang.

Para pejabat Palestina mengatakan lebih dari 4.000 orang tewas di Gaza, yang menjadi sasaran pemboman Israel.

Brigjen Gal Hirsch, bersama anggota Pasukan Pertahanan Israel (IDF), menerima dua sandera dari Hamas di perbatasan daerah kantong Palestina pada Jumat (20/10/2023) malam, kata kantor perdana menteri Israel.

Keluarga Raanan lalu dibawa ke pangkalan militer di pusat negara, di mana anggota keluarga sedang menunggu, kata kantor PM.

Menurut keterangan BBC, Ibu dan putri ini sebelumnya tinggal di Kibbutz Nahal Oz di Israel selatan ketika mereka diculik selama serangan Hamas. Keduanya adalah penduduk Evanston, Illinois,  pinggiran kota Chicago.

Presiden Biden berterima kasih kepada pemerintah Qatar atas upaya mediasinya dalam pembebasan kedua wanita tersebut pada hari Jumat.

“Para pejabat AS telah bekerja sepanjang waktu untuk membebaskan warga Amerika yang disandera oleh Hamas,” katanya.

Juru bicara Hamas, Abu Ubaida, mengatakan ibu dan putrinya telah dibebaskan untuk alasan kemanusiaan, dan untuk membuktikan kepada rakyat Amerika dan dunia bahwa klaim yang dibuat oleh Biden dan pemerintahan fasisnya adalah salah dan tidak berdasar.

Menurut Departemen Luar Negeri AS, hingga Jumat setidaknya 32 orang warga Amerika dipastikan tewas bulan ini dalam konflik Israel-Hamas, sementara 10 orang masih belum ditemukan.

Amerika dan Inggris masing-masing mengatakan mereka bekerja sama dengan pejabat Qatar untuk membantu menjamin pembebasan warga negara mereka.

Senadam, Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya akan melanjutkan dialog kami dengan Israel dan Hamas demi upaya pembebasan semua sandera sipil dari setiap negara.

Selain dari Amerika dan Inggris, warga sipil lain yang ditahan Hamas berasal dari Argentina, Jerman, Prancis, Thailand, dan Portugal.

You may also like

Leave a Comment

TENTANG KAMI

MEDIA NUCA berfokus pada isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang relevan dan berimbang dari tingkat internasional, nasional, hingga tingkat lokal.

Feature Posts