Home » Menko Airlangga di Silicon Valley: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dan Kolaborasi Global

Menko Airlangga di Silicon Valley: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dan Kolaborasi Global

by Media Nuca

MEDIA NUCA -Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mewakili Presiden Joko Widodo, memainkan peran sentral dalam acara The CEO of the Silicon Valley – Luncheon di Kampus Stanford University, Kamis (16/11/2023).

Dalam acara yang berlangsung lebih dari 1 jam, Menko Airlangga memberikan keynote speech dan terlibat dalam dialog serta diskusi bersama para CEO Silicon Valley.

Menko Airlangga mengungkapkan kekagumannya terhadap para CEO yang hadir, yang mewakili perusahaan-perusahaan dengan market capitalization mencapai USD 7,3 triliun, setara dengan enam kali PDB Indonesia. Dalam konteks PDB global, Indonesia berada di peringkat kedua dalam G20, setelah Amerika Serikat dan di atas China.

Dalam pembaruan ekonomi global, Menko Airlangga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi global direvisi turun menjadi 3,0% pada 2023 dan 2,9% pada 2024.

Faktor-faktor seperti inflasi tinggi dan pengetatan likuiditas, melambatnya pertumbuhan Tiongkok, dan meningkatnya ketegangan geopolitik turut memberikan tekanan pada kondisi keuangan global. Meski demikian, Menko Airlangga menegaskan bahwa fundamental perekonomian Indonesia tetap kuat, dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5% selama tujuh kuartal berturut-turut.

Pada kuartal III tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih mencapai 4,94%, dengan inflasi terkendali di level 2,56% (YoY) pada Oktober 2023. Laporan Outlook Ekonomi dari IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5% pada 2023 dan 2024.

Menko Airlangga menyoroti pentingnya membahas digitalisasi dan dekarbonisasi untuk menghadapi masa depan. Dia mencatat bahwa revolusi industri 4.0 telah mendisrupsi banyak sektor perekonomian, termasuk kehadiran teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan Robotisasi.

Meskipun belum ada regulasi resmi terkait, Presiden Joko Widodo mendorong antisipasi dengan mempersiapkan kompetensi untuk menjadi AI Engineer dan Expert.

Dalam konteks perubahan iklim global, Menko Airlangga menekankan tanggung jawab bersama dalam mengurangi emisi karbon. Dia berada di Silicon Valley, pusat ekonomi digital dunia, untuk mengajak para pemimpin perusahaan teknologi terbesar dalam upaya dekarbonisasi.

Menko Airlangga berambisi menjadikan Indonesia sebagai Hub Digital Global di Asia dengan pendekatan rendah karbon. Dengan pertumbuhan signifikan dalam ekonomi digital, Indonesia, sebagai ketua ASEAN 2023, memimpin upaya untuk mempercepat transformasi ekonomi digital di kawasan, termasuk melalui perundingan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA).

Sebagai pemimpin dalam sumber daya energi bersih, Indonesia memiliki potensi besar dalam pembangkit listrik tenaga air, panas bumi, dan tenaga surya. Menko Airlangga melihat potensi ini sebagai peluang untuk menjadi pusat pengembangan teknologi digital, termasuk Data Center yang ramah lingkungan.

Menutup pidatonya, Menko Airlangga mengumumkan bahwa Indonesia sedang dalam proses aksesi untuk bergabung dengan OECD, sebagai bagian dari upaya percepatan transformasi menuju negara maju. Dia meminta dukungan dan kolaborasi dari semua pihak untuk menghadapi tantangan masa depan dan mendorong pertumbuhan ekonomi dunia.

Dalam harapannya, forum ini di Silicon Valley diharapkan menjadi katalis untuk pertumbuhan ekonomi dunia dan mendorong pengembangan usaha yang akan memajukan perekonomian Indonesia. (AD)

You may also like

Leave a Comment

TENTANG KAMI

MEDIA NUCA berfokus pada isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang relevan dan berimbang dari tingkat internasional, nasional, hingga tingkat lokal.

Feature Posts