Home » Menko Airlangga: Indonesia Jaga Stabilitas Ekonomi, Defisit Anggaran Tetap di Bawah 3%

Menko Airlangga: Indonesia Jaga Stabilitas Ekonomi, Defisit Anggaran Tetap di Bawah 3%

by Media Nuca

MEDIA NUCA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa defisit anggaran Indonesia masih berada di bawah 3%, jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara Uni Eropa (UE) yang rata-rata mencapai 5%-7%.

“Alarmnya bunyi di Eropa bukan di Indonesia, Indonesia masih di bawah 3%,” jelas Menko Airlangga saat menjawab pertanyaan dari para jurnalis di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta pada Jumat (21/6/2024).

Menko Airlangga juga menambahkan bahwa Bank Sentral UE telah mengingatkan negara-negara anggotanya untuk menjaga defisit anggaran di bawah 3%.

“Anda bisa lihat negara Jerman, Prancis, Italia, itu (defisitnya) antara 5%-7%, dan Indonesia di bawah 3%, jadi tidak perlu panik. Mereka sudah dapat peringatan dari Bank Sentral UE kalau negara-negara UE harus ikut seperti negara-negara Asia,” tegasnya.

Lebih lanjut, Menko Airlangga menekankan pentingnya menjaga fundamental ekonomi Indonesia agar tetap kuat. Ia juga optimis bahwa kebijakan perekonomian Pemerintah pada tahun depan akan tetap sejalan dengan kebijakan yang ada saat ini.

Dalam laporan terbarunya, neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2024 mencatat surplus sebesar USD 2,93 miliar, melanjutkan tren surplus selama 49 bulan berturut-turut.

Meski terdapat defisit pada sektor migas, surplus neraca perdagangan tersebut didukung oleh surplus sektor nonmigas sebesar USD 4,26 miliar.

Peningkatan ekspor nonmigas pada Mei 2024 dibandingkan April 2024 terlihat dari meningkatnya nilai ekspor ke negara-negara tujuan utama seperti Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang, serta ke ASEAN dan UE.

“Selain dari segi trade kita surplus, pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif tinggi di 5,11%, kemudian inflasi rendah di 2,8%, dan daya saing juga relatif tinggi. Peringkat daya saing Indonesia naik sebanyak 7 tingkat pada 2024 ini, tertinggi dalam 6 tahun terakhir. Riset IMD World Competitiveness Ranking 2024 mencatat bahwa Indonesia menduduki posisi ke-27 dari 67 negara, di mana pada 2023 lalu Indonesia berada di posisi ke-34. Jadi secara fundamental Indeks Keyakinan Konsumen juga baik, PMI kita juga positif di atas 50,” papar Menko Airlangga.

Meskipun kondisi fundamental ekonomi masih stabil, Pemerintah terus menjaga faktor sentimental regional dan mendorong masuknya investasi.

“Devisa Hasil Ekspor juga kita dorong, dan juga kita minta kepada para pengusaha yang ekspornya masih punya devisa di luar negeri untuk dimasukkan ke dalam negeri,” pungkas Menko Airlangga.

Dengan demikian, Indonesia tetap optimis dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan memastikan stabilitas ekonomi domestik tetap terjaga.(AD)

You may also like

Leave a Comment

TENTANG KAMI

MEDIA NUCA berfokus pada isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang relevan dan berimbang dari tingkat internasional, nasional, hingga tingkat lokal.

Feature Posts