Home » Kisah Sedih Britney Spears: Aborsi yang Meninggalkan Luka dalam Memoarnya

Kisah Sedih Britney Spears: Aborsi yang Meninggalkan Luka dalam Memoarnya

by Media Nuca

MEDIA NUCA – Para pengguna media sosial sedang berbagi rasa sedih setelah Britney Spears secara terbuka mengungkapkan pengalaman aborsi yang diduga dilakukan atas dorongan Justin Timberlake ketika dia berusia 19 tahun. Pasangan ini pernah berpacaran dari tahun 1999 hingga 2002.

Memoar Spears yang berjudul “The Woman in Me” telah memperoleh banyak perhatian sejak diumumkan akan dirilis pada tanggal 24 Oktober 2023. Memoar ini merincikan kisah hidup Spears yang mencakup aspek kebebasan, ketenaran, keibuan, kelangsungan hidup, iman, dan harapan.

Salah satu bagian dari memoar ini mengungkapkan momen ketika Britney Spears mengungkapkan kehamilannya dengan Justin Timberlake.

“Ini adalah kejutan, tapi bagiku, ini bukanlah sebuah tragedi. Aku sangat mencintai Justin. Aku selalu mengharapkan kita akan memiliki keluarga bersama suatu hari nanti. Ini hanya terjadi jauh lebih cepat dari yang kusangka,” ungkap Spears.

Namun, Spears juga mencatat bahwa Justin Timberlake tidak merasa siap untuk menjadi seorang ayah, dan dia menggambarkan aborsi itu sebagai salah satu pengalaman paling menyakitkan dalam hidupnya.

Reaksi dari media sosial tidak terelakkan, dengan banyak pengguna mengekspresikan dukungan dan kesedihan mereka terhadap Britney Spears. Susan B. Anthony pro-kehidupan (Pro-Life) America mengeluarkan pernyataan mendukung Spears dan semua wanita yang pernah mengalami aborsi yang tidak diinginkan.

“Hati kami menyentuh Britney Spears dan setiap wanita yang telah mengalami aborsi yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Mereka berharap bahwa keberanian Spears dalam berbicara tentang pengalaman pribadi ini akan menginspirasi wanita lain untuk berbicara tentang pengalaman serupa.

Kelompok aktivis pro-kehidupan, 40 Days for Life, juga memberikan komentarnya mengenai kisah Spears, menekankan bahwa keputusan seperti aborsi terlalu sering tidak hanya berada di tangan wanita dan mengajak pria untuk bertanggung jawab.

Selain itu, beberapa pengguna media sosial berspekulasi bahwa lagu Spears berjudul “Everytime” tahun 2003 sebenarnya berhubungan dengan pengalaman aborsinya.

Video musik lagu ini memperlihatkan Spears di rumah sakit saat seorang wanita muda melahirkan, dan beberapa lirik lagu tampak mencerminkan perasaannya tentang kejadian tersebut.

Reaksi dari pengguna media sosial, seperti Ashleigh Thomas yang “menangis sepanjang malam” setelah mengatakan dia juga mengalami aborsi akibat pemaksaan, menunjukkan bahwa kisah Spears telah membuka dialog penting tentang pengalaman wanita yang serupa.

Seluruh pengguna media sosial merasakan kesedihan atas rasa sakit yang dirasakan oleh Spears, yang kini menjadi sebuah topik yang mendalam dan memicu empati di seluruh dunia. (AD)

You may also like

Leave a Comment

TENTANG KAMI

MEDIA NUCA berfokus pada isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang relevan dan berimbang dari tingkat internasional, nasional, hingga tingkat lokal.

Feature Posts