Home » Update Terbaru: Perkembangan Kasus Perkelahian Berdarah di SD Wae Paci Sudah di Tahap Penyidikan

Update Terbaru: Perkembangan Kasus Perkelahian Berdarah di SD Wae Paci Sudah di Tahap Penyidikan

by Media Nuca

MEDIA NUCA – Perkembangan kasus perkelahian berdarah yang terjadi pada acara komuni pertama Grecia Eka Putri di SD Wae Paci, Kampung Wae Paci, Desa Golo Mangung, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur pada 13 September yang lalu, telah mencapai tahap penyidikan.

Peristiwa tragis tersebut menimbulkan dampak fatal, dengan satu korban meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka serius. Bapak Alosius Ali (68), mengalami luka robek di tangan bagian kiri dan merupakan korban yang meninggal dunia.

Sementara itu, tiga korban lainnya meliputi Eginasius Letor Sabon (35), Kepala Desa Golo Rentung, Pius Ral (66), seorang petani, dan Fidelis Aroi Arno (21), warga Kampung Waso, Desa Golo Rentung, Kecamatan Lamba Leda.

Eginasius Letor Sabon mengalami luka robek dari dahi sampai pipi sebelah kiri, Pius Ral mengalami luka robek di tangan kanan, luka robek di punggung kiri dan kanan, sedangkan Fidelis Aroi Arno mengalami luka robek pada bahu kiri.

Menurut Kasat Reskrim Manggarai Timur, Jeffry Dwi Nugroho Silaban, S.Tr.K, kasus ini telah memasuki tahap penyidikan setelah adanya laporan polisi dari saudara Mikael alias MIK, yang laporannya sudah masuk pada 16 September yang lalu.

“Yang melaporkan adalah saudara Mikhael Sadiman, yang dilaporkan adalah saudara Petrus Lambung. Laporan ini menyangkut penganiayaan terhadap tiga orang, yaitu saudara Egi dan dua orang lainnya pada saat kejadian,” ungkap Jeffry kepada Media Nuca ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp, pada Rabu malam (18/10/2023).

Proses penyidikan telah dimulai dengan pengiriman surat pemberitahuan kepada Kejaksaan Manggarai beberapa hari yang lalu.

“Artinya, apabila kasus sudah berada di tahap penyidikan, berarti pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pihak yang terlibat konflik telah dilakukan, serta tersangka telah ditetapkan. Namun, masih ada beberapa yang belum dapat kami periksa saat ini karena kondisinya belum membaik,” jelasnya.

Jeffry juga menekankan bahwa pencarian barang bukti masih dilakukan, karena alat yang digunakan dalam penganiayaan belum diketahui keberadaannya.

“Terkait barang bukti, kami masih melakukan pencarian karena alat yang digunakan untuk melakukan penganiayaan tidak diketahui keberadaannya,” tegas Jeffry.

Masyarakat setempat dan pihak berwenang diimbau untuk bersabar, karena penyidikan sedang berlangsung dengan serius demi keadilan bagi korban dan masyarakat.

Kasus ini tetap menjadi perhatian utama dan upaya penegakan hukum terus dilakukan untuk mengungkap kebenaran di balik peristiwa tragis ini. (AD)

You may also like

Leave a Comment

TENTANG KAMI

MEDIA NUCA berfokus pada isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang relevan dan berimbang dari tingkat internasional, nasional, hingga tingkat lokal.

Feature Posts