Home » Membebaskan Sandera Hamas: SAS Inggris Begrabung dengan Pasukan Sayere Matkal Israel dan Pasukan Delta AS

Membebaskan Sandera Hamas: SAS Inggris Begrabung dengan Pasukan Sayere Matkal Israel dan Pasukan Delta AS

by Media Nuca

MEDIA NUCA – Inggris, salah satu sekutu terkuat Israel, dikabarkan sedang menyiapkan Pasukan Khusus Udara (Special Air Service/SAS) Inggris untuk membantu Israel dalam segala upaya untuk menyelamatkan hingga 10 warga sipil Inggris yang ditahan oleh Hamas di Gaza, surat kabar Inggris melaporkan pada hari Rabu (18/10/2023).

Beberapa sumber militer mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa personel SAS bekerja dengan anggota pasukan elit Sayeret Matkal Israel dan Pasukan Delta AS dalam upaya potensial untuk menyelamatkan lebih dari 200 sandera dari berbagai negara yang diyakini ditahan oleh Hamas di tempat persembunyian dan terowongan.

“Dipahami bahwa peristiwa di Israel selatan telah memicu perubahan dalam kesiapan pasukan khusus Inggris,” kata salah satu sumber.

“Satu skuadron SAS dalam operasi pelatihan pekan lalu telah menyelesaikan detasemennya beberapa hari lebih awal sebagai bagian dari rencana penempatan yang tidak ditentukan,” tambah sumber itu.

Sejak tahun 2011, hanya terdapat tiga misi penyelamatan sandera yang diyakini telah dilakukan oleh pasukan khusus Inggris.

Peristiwa tersebut terjadi di Kenya, Nigeria, dan Yaman. Enam pengerahan pengumpulan intelijen dilakukan dalam periode waktu yang sama, termasuk satu pengerahan di Ukraina sebelum invasi Rusia tahun lalu.

“Cara Hamas menyandera para sandera sepertinya mereka telah menyebarkan mereka ke wilayah Gaza secara luas,” kata Justin Crump, seorang veteran militer dan kepala eksekutif kelompok keamanan dan intelijen Sibylline.

Dia menambahkan bahwa Hamas ingin menjaga para sandera tetap hidup dan akan memberi mereka makanan dan air, serta memenuhi kebutuhan medis mereka, karena mereka dianggap sebagai “alat tawar-menawar” dalam setiap negosiasi dengan Israel.

Terpisah, Ketegangan di Timur Tengah menyusul konflik Israel dan kelompok militan Hamas sejak awal bulan kini telah meningkat.

Terbaru, para pejabat AS melapor bahwa USS Carney, kapal perang Angkatan Laut AS yang terletak di dekat pantai Yaman di Timur Tengah, mencegat beberapa rudal yang meluncur dari Yaman pada hari Kamis (19/10/2023).

Pihak AS kini menetapkan status Timur Tengah memasuki “momen kewaspadaan tinggi,”. Mereka sendiri memastikan bahwa pasukan AS akan membela pasukan AS dan koalisi dari ancaman apa pun.

You may also like

Leave a Comment

TENTANG KAMI

MEDIA NUCA berfokus pada isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang relevan dan berimbang dari tingkat internasional, nasional, hingga tingkat lokal.

Feature Posts