Home » Klaim Efisiensi hingga 60 Persen, Kapasitas Produksi Surya Biru Murni Acetylene Naik 5 Kali Lipat

Klaim Efisiensi hingga 60 Persen, Kapasitas Produksi Surya Biru Murni Acetylene Naik 5 Kali Lipat

by Media Nuca

MEDIA NUCA – Emiten produsen gas industri PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (Kode Saham: SBMA) meresmikan penambahan unit air separation plant (ASP) pada pabriknya yang terletak di Jalan Mulawarman, Balikpapan, dengan meningkatkan produksi gas hingga lima kali lipat.

Direktur Operasional PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk, Iwan Sanyoto mengatakan, dengan adanya alat baru, ditargetkan terjadi peningkatan produksi oxygen dan nitrogen hingga 5 kali lipat pada Pabrik, setelah pasca commercial start up Air Separation Plant (ASP), sejak 7 Juni lalu.

Pabrik diharapkan dapat menyumbang peningkatan kapasitas hingga 50 ton per hari, atau lima kali lipat dari produksi sebelumnya.

Perseroan akan fokus pada peningkatan produksi produk nitrogen dan oksigen agar sejalan dengan permintaan pasar yang terus meningkat.

“Karena semakin banyak potensi pasar, kami melihat potensi peningkatan permintaan untuk produk nitrogen dan oksigen kami. Kapasitas produksi dan peningkatan efisiensi merupakan faktor penting dalam memenuhi permintaan ini. Kami bangga telah mencapai pencapaian ini dan berharap dapat memperluas kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan kami yang terus meningkat,” beber Iwan kepada Media, Senin (3/7/2023).

Disebutkan bahwa Proyek pengembangan pabrik dengan unit air separation plant (ASP) tersebut menyerap total investasi sebesar Rp39 miliar, dengan Rp18 miliar berasal dari dana IPO.

Hingga kini, SBMA telah menghasilkan asetilin, argon, CO2, nitrogen, dan oksigen.

Khusus nitrogen dan oksigen sebagai tambahan terbaru.

Iwan mengungkapkan bahwa kelebihan produksi tersebut diharapkan mampu mengantisipasi peningkatan permintaan dari berbagai sektor industri, termasuk pertambangan, petrokimia, dan minyak dan gas, yang sering membutuhkan oksigen dan asetilen.

“Yang paling menggembirakan bagi para investor adalah pabrik ini beroperasi dengan efisiensi sekitar 60 persen lebih tinggi daripada pabrik sebelumnya, sehingga memberikan margin keuntungan (yang besar) bagi kami,” ungkapnya.

Pabrik yang memproduksi nitrogen dan oksigen, akan menjadi fokus penjualan besar-besaran SBMA di tahun ini dan tahun depan.

“Kami sangat optimis karena pasar masih memiliki potensi yang besar,” ujarnya.

Selain itu, potensi pasar ada di IKN, sehingga Ia meyakini pembangunan IKN akan menyumbang pendapatan perusahaan.

Mengenai kemungkinan perluasan pasar ke wilayah Ibu Kota Negara (IKN), Iwan menjelaskan tentu IKN memiliki kebutuhan gas yang cukup tinggi.

Oleh karena itu, SBMA dapat menyediakan produk gas di sana, termasuk sebagai salah satu pemasok utama bagi proyek konstruksi di kilang Pertamina.

“IKN jelas ya kan otomatis mereka juga banyak kebutuhan gas dan kita menjadi salah satu pemasok utama lah untuk project dikilang. Nanti memakai produk nitrogen untuk untuk nyuci (purging) pipa sebelum diisi minyak ya, minyak kan mudah terbakar itu harus di cuci dulu, itu kita bisa menyiapkan produknya,” jelas Iwan. (Yg)

You may also like

Leave a Comment

TENTANG KAMI

MEDIA NUCA berfokus pada isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Media ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang relevan dan berimbang dari tingkat internasional, nasional, hingga tingkat lokal.

Feature Posts